Bahaya Update Firmware Samsung Pada Situs Yang Tidak Resmi

Masih menggunakan Samsung firmware dari situs tidak resmi? Hati-hati, pembaca bisa terancam bahaya update firmware Samsung pada situs yang tidak resmi, lho.  Pembaruan sistem operasi umumnya dikirimkan dengan metode over-the-air. Metode ini memungkinkan pengguna mendapatkan update OS langsung melalui menu Pengaturan.

Akan tetapi, update OS berbeda dengan update firmware. Memperbarui firmware akan memperbarui software perangkat juga, tapi hal ini tidak berlaku untuk sebaliknya. Sayangnya, ada banyak bahaya yang mengancam jika menggunakan firmware dari situs ilegal. Berikut beberapa bahaya di antaranya sebagaimana yang dilansir dari galaxyfirmware.com:

  1. Gagal Update

Salah satu bahaya update firmware Samsung pada situs yang tidak resmi adalah gagal update. Tentu saja ini akan merugikan pengguna. Singkatnya, saat melakukan update firmware dengan flashing maka seluruh data akan terhapus sebab ponsel kembali di reset ke setelan pabrik.

Usai dilakukan reset, kemudian perangkat akan dipasangkan sistem operasi terbaru dengan melakukan update firmware. Apabila firmware bukan berasal dari vendor asli, firmware tidak dapat bekerja. Alhasil, update akan gagal dan pengguna tetap akan kehilangan seluruh data maupun aplikasi pada ponsel.

Kondisi terburuknya, gagal update dapat menyebabkan kerusakan pada sistem ponsel pengguna. Kerusakan ini membuat ponsel tidak dapat digunakan seperti semula lagi. Bisa jadi hp menjadi mati total atau jadi kurang responsif.

  1. Bahaya Malware dan Spyware

Situs tidak resmi bisa menyimpan banyak virus maupun malware. Tidak menutup kemungkinan update firmware Samsung yang disediakan oleh situs ilegal disusupi oleh virus atau malware. Perangkat yang terinfeksi virus berisiko kehilangan seluruh data penyimpanannya.

Sekalipun data dan aplikasi tidak hilang, pengguna tetap berpotensi mengalami kerusakan data-data dan aplikasi. Hal yang lebih berbahaya lagi jika perangkat bukan hanya terinfeksi oleh malware tapi juga spyware. Program ini dapat melacak dan mencuri data-data penting yang ada di dalam ponsel.

Misalnya seperti nomor kartu kredit, nama pengguna perangkat, atau identitas penting lain. Terlebih lagi jika pengguna menggunakan aplikasi dompet digital atau m-banking di perangkat. Spyware dapat mencuri kode akses atau pin untuk mengaksesnya tanpa sepengetahuan pengguna.

  1. Scam

Selain bahaya disusupi oleh spyware, pengguna juga berisiko terkena penipuan. Belum lama ini banyak terjadi kasus penipuan yang meminta biaya administrasi untuk melakukan update firmware di sebuah situs. Faktanya, Samsung tidak pernah memungut biaya untuk setiap pembaruan maupun update firmware-nya.

Situs-situs ilegal yang melakukan penipuan ini semula adalah sebuah aplikasi. Saar pengguna akan menggunakan aplikasi ini untuk melakukan update, pengguna akan diarahkan untuk mengunjungi situsnya. Di situs inilah pengguna akan dimintai biaya untuk melakukan update firmware.

Pada kasus yang berbeda, pengguna juga bisa dikerjai dengan diberikan kecepatan update firmware yang super lambat, hanya mencapai sekitar 50 KBps. Hal ini disengaja untuk memberikan penawaran untuk membayar jika ingin kecepatan update yang lebih tinggi.

Itulah beberapa bahaya update firmware Samsung pada situs yang tidak resmi. Lakukan pembaruan OS melalui menu Pengaturan pada perangkat saja demi keamanan data dan ponsel. Namun, apabila diperlukan update firmware untuk flasing, pastikan untuk mendapatkannya dari situs yang terpercaya.

Bahaya Update Firmware Samsung Pada Situs Yang Tidak Resmi | Wingki | 4.5